TIPS MENGATASI GIGI
BERLUBANG
Kata
penyanyi dangdut (almarhum) Meggi Z, lebih baik sakit gigi
ketimbang sakit hati. Tapi Anda yang pernah merasakan sakit gigi pasti kapok
kalau penyakit Anda ini kembali kambuh.
Sakit
gigi identik dengan nyeri tak berkesudahan, disertai rasa pening dan sakit di
sekujur tubuh. Bila gigi sudah terasa nyeri, jangankan bekerja, mengunyah
makanan saja susah. Makanya, sakit gigi tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sakit
gigi lazimnya dipicu gigi berlubang atau karies gigi. Jika lubang gigi telah
sampai lapisan terdalam sehingga mencapai saraf gigi, siap-siap saja merasakan
serangan ngilu dan nyeri di sekitar gigi.
Cara
mengatasinya bisa dengan mencabut gigi yang berlubang. Begitu dicabut, dijamin
nyeri gigi akan menghilang. Tapi, Anda bakal ompong karena terpaksa kehilangan
gigi. Hal ini tentu akan mengurangi keindahan mulut.
Supaya
tidak kehilangan gigi, Anda bisa memilih cara lain, yakni dengan menambal gigi
yang berlubang tersebut. "Gigi itu aset berharga di mulut. Maka sebesar
apa pun lubangnya, dokter gigi pasti memilih menambal ketimbang mencabut,"
kata Tri Erri Astoeti, pakar kesehatan gigi dari Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta.
Serang
jantung dan otak
Namun,
penambalan gigi tidak boleh terlambat. Sebab, proses kerusakan pada gigi yang
sudah berlubang tidak bisa berhenti hingga ke lapisan dalam. Kerusakan gigi
juga bakal menembus jaringan pulpa.
Ini
adalah jaringan di bawah gigi yang berisikan saraf dan pembuluh darah.
"Kalau sampai tahap ini bakal terjadi radang," kata Tri.
Efeknya
bukan sekadar rasa nyeri. Bakteri dan kuman di mulut bisa masuk ke pembuluh
darah dan menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Termasuk, bisa singgah di jantung
yang merupakan pusat sirkulasi darah. "Ini berpotensi menimbulkan
kelainan jantung," kata Wityo Witjaksono, dokter gigi yang
membuka praktik pribadi di Bintaro, Jakarta Selatan.
Kuman
dan bakteri juga bisa menyerang otak. Selaput otak akan rusak sehingga
timbullah meningitis. "Penyebab ini paling sering terjadi, makanya gigi
harus segera ditambal," kata Wityo.
Meski
penambalan gigi harus cepat, tapi tidak boleh dilakukan tergesa-gesa. Dokter
harus memastikan, masih ada atau tidak kuman di dalam lubang gigi. Jika lubang
tidak bersih, penambalan tidak akan maksimal. "Kotoran tetap merusak
gigi," kata Tri.
Begitu
juga ketika lubang gigi sudah menembus jaringan pulpa. Dokter akan terlebih
dulu mengambil jaringan yang rusak dan membersihkan seluruh lubang dari bakteri
dan kuman.
Selain
itu, harus dipastikan gigi yang ditambal dalam keadaan kokoh. Kalau gigi sudah
goyang, tidak bisa dilakukan penambalan. Sebab, gigi sudah mati dan harus
dicabut.
Baca juga artikel menarik lainnya:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar